Peringatan Tsunami Sulut-Malut Dicabut, Situasi Berangsur Membaik
Zulkifli Fahmi
Kamis, 2 April 2026 12:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), Kamis (2/4/2026).
Dalam siaran resminya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, peringatan tsunami resmi diakhiri setelah hasil pemantauan kondisi lautan menunjukkan telah kembali stabil.
”BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB,” kata Faisal, seperti dikutip di akun X resmi milik BMKG.
Di kesempatan itu, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya.
Pengumuman pencabutan peringatan tsunami ini sangat penting. Sebab, dengan pencabutan itu, tim gabungan dapat masuk ke lokasi-lokasi terdampak gempa sekaligus tsunami di wilayah tersebut.
Usai pencabutan peringatan tsunami itu, situasi sejumlah wilayah berangsur kondusif. Salah satunya di Provinsi Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda dalam keterangannya dari Ternate, menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya peringatan tsunami tersebut.



