Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Militer Iran memutuskan kembali menutup Selat Hormuz usai blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serika masih berlangsung, Sabtu (18/4/2026).
Akibat penutupan itu, sekitar 20 kapal yang hendak menyeberangi Selat Hormuz terpaksa balik kanan dan menuju Oman untuk mengamankan diri.
Dilaporkan The Wall Street Journal, kapal-kapal sudah untuk memasuki Teluk Persia melalui koridor Larak di utara.
Tak hanya itu, mereka bahkan sudah setuju membayar biaya sebesar USD 2 juta atau Rp 34 miliar per kapal pada Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran atau Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Mereka kini berbalik arah setelah IRGC mengirimkan pesan radio yang menyebutkan, jalur Selat Hormuz kembali ditutup. Padahal, mereka sudah menunggu untuk melintasi Selat Hormuz.
Sejak 28 Februari, tak ada kapal selain yang dikendalikan Iran yang dapat melintasi jalur lalu lintas perdagangan komoditas minyak itu. Diketahui, sekitar 130 kapal melintasi selat selebar 33 kilometer ini setiap hari sebelum perang.
Seperti diberitakan Kompas.com, Komando Militer Gabungan IRGC sebelumnya mengumumkan penutupan Selat Hormuz karena AS telah melanggar negosiasi.
Penutupan ini dilakukan setelah jalur vital pengiriman minyak itu sempat dibuka Iran, dalam rangka negosiasi dengan AS.
Iran Salahkan AS...
- 1
- 2



