UIN Kudus: Kesehatan Mental Gen Z Rentan Tertekan di Era Digital
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 19 Mei 2026 13:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kesehatan mental menjadi tantangan berat bagi generasi Z atau Gen Z di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi dan media sosial.
Itu terungkap dalam kegiatan Islamic Counselling Festival Event (ICFE) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
Kegiatan bertema ”Gen Z, Kesehatan Mental, dan Iman: The Role of Islamic Counselling in Building Personal Resilience in the Digital Era” itu diselenggarakan pada Selasa-Kamis (19-21/5/2026) di Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus.
”Banyak anak muda saat ini yang larut dalam media sosial, perkembangan digitalisasi cukup pesat. Akhirnya bertolak belakang hingga membuat kesehatan mental lebih riskan,” ujar Ketua Umum HMPS BKI UIN Sunan Kudus, Amanda Aulia Maretyar, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan mental bagi generasi muda sangat penting dilakukan. Melalui kegiatan seperti seminar nasional dan rangkaian acara lainnya, peserta diharapkan mampu menjadi inisiator lingkungan yang lebih ramah terhadap kesehatan mental.
Amanda menambahkan, peserta tidak hanya memperoleh ilmu dan wawasan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan dampak positif di lingkungan sekitar.
”Karena kita sering melihat masih terjadi kasus bullying dan pelecehan. Saya harap hal itu tidak terjadi lagi. Mereka yang mengikuti kegiatan ini bisa lebih terbuka dan peduli terhadap isu kesehatan mental,” tegasnya.
Beragam Agenda...
- 1
- 2



