Masyarakat Minta MBG Dihentikan, Sudaryono: Itu Bukan Ranah Kami
Zulkifli Fahmi
Rabu, 22 Juli 2026 22:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan tak bisa memenuhi aspirasi masyarakat yang meminta program MBG dihentikan.
Sebab, ia melanjutkan, program MBG merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, menghentikan program MBG bukan kewenangannya.
”Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan, misalnya hentikan atau bubarkan MBG, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN, makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/7/2026).
Ia mengungkapkan, Prabowo telah merencanakan program MBG jauh-jauh hari dan kemudian disampaikan dalam kampanye Pilpres 2024.
”Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden,” ujarnya.
Untuk itu, usai dilantik sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang, Sudaryono akan berfokus pada perbaikan tata kelola program MBG.
”Sehingga yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola,” ucap pria asal Grobogan itu.
Janji Sudaryono...
Dalam rapat perdana usai dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono telah menyampaikan beragam persoalan yang perlu diselesaikan.
”Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus, we have to run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah,” ujar dia.
Ia pun berjanji, pelaksanaan MBG akan berjalan aman dan tepat sasaran. Di kesempatan itu, ia mengajak seluruh tim untuk tetap optimis menyelesaikan masalah yang ada.
”Saya ingin mengajak kepada seluruh tim untuk kita jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan, jadi harus optimis kita bisa selesaikan persoalan ini,” tutur dia.
Ia menaruh harapan besar agar MBG mampu memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakat kecil, terutama di wilayah pedesaan.
”Untuk memberikan efek positif terhadap perekonomian khususnya berada di desa-desa. Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada mereka,” ujar dia.



