Jumat, 23 Februari 2024

668 Pelaku Perdagangan Orang Ditangkap, Korban Ada yang Dijadikan PSK

Ali Muntoha
Jumat, 30 Juni 2023 06:25:47
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Humas Polri)
Murianews, Jakarta – Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) mengklaim telah menangkap 668 pelaku mulai 4-28 Juni 2023. Jumlah korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 1.861 orang. Para pelaku menggunakan berbagai modus dalam kasus perdagangan orang ini. Paling banyak modusnya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, kemudian dijadikan pekerja seks komersial (PSK), hingga menjadi anak buah kapal (ABK). ”Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev) penanganan TPPO Satker Bareskrim Polri dan polda jajaran periode 5-28 Juni 2023 jumlah korban TPPO sebanyak 1.861 orang dan tersangka 668 orang,” kata Brigjen Pol Ramadhan, Karopenmas) Divisi Humas Polri dilansir dari laman resmi Humas Polri, Jumat (30/6/2023). Selama periode itu pula, Satgas TPPO Polri menerima 578 laporan polisi yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Polri mencatat ada 412 modus operandi korban dijadikan PRT. Kemudian 167 laporan korban dijadikan PSK, 41 modus operandi eksploitasi anak, dan sembilan modus dijadikan ABK. Baca: 13 Tersangka Baru Kasus TPPO Diamankan Polda Jateng Salah satu kasus TPPO modus PRT diungkap oleh Polda Jawa Barat. Pelaku berinisial AS mempekerjakan korban berinisial A sebagai PRT, lalu menawarkannya untuk bekerja di Uni Emirat Arab juga sebagai PRT dijanjikan dengan gaji besar. ”Korban menerima tawaran tersebut dan setelah melalui prosedur. Setelah itu korban di terbangkan bukan ke Dubai melainkan ke Suriah, selama bekerja di Suriah korban tidak mendapatkan gaji,” terangnya. Sementara kasus korban dijadikan PSK terjadi di wilayah hukum Polda Jatim. Polisi mengamankan pemilik warung kopi berinisial H, atas dugaan menyediakan jasa melayani PSK sekaligus terdapat kamar-kamar di dalam warung tersebut. Baca: Polri Berhasil Selamatkan Seribu Korban Kasus Perdagangan Orang Dalam pengungkapan tersebut ditemukan tiga PSK. Pelaku memasang tarif sebesar Rp 100 ribu sekali kencan, dan pemilik warung mendapatkan komisi Rp 25 ribu sebagai sewa kamar. ”Tersangka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polres Situbondo, Jawa Timur,” ujarnya. Kasus TPPO dengan modus PSK juga diungkap wilayah hukum Polda Banten. Polri menemukan ada korban yang diberangkatkan ke Arab Saudi. Setelah empat bulan bekerja, korban mendapatkan pelecehan seksual oleh anak majikan dan tidak diberikan hak atau gaji nya secara penuh. ”Korban diberikan setengah gaji yang dijanjikan, selanjutnya korban dipulangkan ke Indonesia,” paparnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini