Kamis, 29 Februari 2024

Bupati Kudus Hartopo Pamit, Keluar Pendapa Naik Vespa 

Anggara Jiwandhana
Sabtu, 23 September 2023 11:10:00
Hartopo dan Mawar meninggalkan Pendapa Kudus dengan mengendarai Vespa. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – HM Hartopo per Sabtu (23/9/2023) hari ini resmi melepas jabatannya sebagai Bupati Kudus periode 2018-2023. Dia keluar dari rumah dinas bupati di Pendapa Kabupaten Kudus dengan mengendarai Vespa bersama sang istri, Mawar Hartopo.

Turut mengantarkan bupati Kudus yang sudah purna ini, puluhan rombongan komunitas Vespa Kota Kretek. Mereka beriringan menuju kediaman Hartopo di Perumahan Muria Indah, Kecamatan Bae, Kudus.

Sebelum itu, Bupati Kudus sempat memimpin apel Hari Jadi ke 474 Kabupaten Kudus. Dalam kesempatan tersebut dia bersama sang istri ikut berpamitan kepada semua peserta.

”Hari ini saya senang sekaligus sedih, senang karena di HUT semua elemen Kudus kompak, sedihnya adalah karena ini hari terakhir kami menjadi seorang bupati Kudus,” katanya di sela apel.

Dia dan istri pun diberikan banyak tangkai mawar sebagai tanda perpisahan yang baik. Tangis haru juga sesekali mengiringi jalan Hartopo-Mawar saat meninggalkan Alun-Alun Kudus menuju pendapa.

”Ini momentum yang luar biasa, saya bahagia bercampur haru dan sedih karena memang saya akui kami belum maksimal dalam memimpin, banyak salah dan banyak khilaf, semoga masyarakat bisa memafkan dan semoga ke depan kita bisa bersinergi lagi bersama membangun Kudus,” tuturnya.

Sementara terkait pengisian Penjabat (Pj) Bupati Kudus yang baru, saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah daerah maupun provinsi. Hanya, nama yang sering disebut adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Revli Subekti sendiri saat ini tengah berada di Kementerian Dalam Negeri untuk mendapat salinan resmi soal penjabat Bupati Kudus. Rencanya, sumpah janji jabatan akan digelar pada Minggu (23/9/2023) besok.

Editor: Ali Muntoh

Komentar