Senin, 4 Maret 2024

Data BPS: Sarjana di Kudus Banyak Menganggur Dibanding Lulusan SD

Anggara Jiwandhana
Selasa, 5 Desember 2023 07:58:00
Ilutrasi wisuda. (Pixabay)

Murianews, Kudus – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merilis tingkat pengangguran terbuka di Kudus tahun 2023. Di mana diketahui jika lulusan sarjana atau perkuliahan lebih banyak menganggur dibanding tamatan sekolah dasar (SD).

Kepala BPS Kudus Eko Suharto mengungkapkan, pola tingkat pengangguran terbuka di tiap tahunnya memang mengalami perbedaan. Dan pada tahun ini, lulusan sarjana jadi kelompok yang paling banyak menganggur. Adapun persentasenya adalah sebesar 5,51 persen.

Sementara untuk lulusan SD hanya sekitar 2,27 persen saja. Kemudian untuk lulusan SMP sebesar 2,39 persen, SMA 2,27 persen dan SMK 4,63 persen.

”Tingkat pengangguran terbuka itu seperti banyaknya tenaga kerja dengan jenjang pendidikan tertentu yang tidak terserap pasar kerja dan tahun ini lebih banyak tenaga lulusan sarjana yang tidak terserap, sehingga lebih banyak menganggur,” katanya Selasa (5/12/2023).

Meski demikian, sambungnya, jika dilihat secara keseluruhan, angka pengangguran di Kota Kretek terus mengalami penuruan dari waktu ke waktu.

Untuk tahun ini, ada sebanyak 15.870 orang yang menganggur. Atau sebesar 3,25 persen dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 419.160 orang.

Jumlah tersebut, menurun dibanding tahun 2022 lalu yang mencapai 16.070 orang.

Selain itu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kudus juga terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Tepatnya usai dihantam pandemic Covid-19 tahun 2020 dan 2021 silam. Saat ini, jumlah penduduk miskinnya tersisa di angka 65.160 orang dari total penduduk Kudus.

”Untuk tahun 2022 jumlah penduduk miskin ada di 66.060 orang,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar