Jumat, 23 Februari 2024

Dugaan Pemerasan Petinggi KPK, Mabes Polri Turun Tangan

Budi Santoso
Sabtu, 7 Oktober 2023 20:03:00
Kapolri Jenderal Listryo Sigit Prabowo. (Istimewa/Humas Polri)

Murianews, Yogyakarta – Kasus korupsi Mentan Syahrul Yasin Limpo melebar dengan munculnya dugaan adanya pemerasan yang dilakukan petinggi KPK. Terkait hal ini, Mabes Polri diperintahkan untuk turun tangan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar tim dari Mabes Polri turun tangan dalam kasus pemerasan Syahrul Yasin Limpo (Mentan) ini. Hal ini disampaikannya saat berada di Yogyakarta, Sabtu (7/10/2023).

Penanganan terhadap kasus dugaan kasus pemerasan Syahrul Yasir Limpo ini harus dilakukan dengan cermat. Sebab kasus ini bersangkut paut dengan lembaga dan sosok orang yang dikenal publik.

"Karena ini menyangkut laporan yang dilaporkan oleh orang yang dikenal publik, juga menyangkut lembaga yang dikenal publik, penanganannya harus cermat, hati-hati," kata Jenderal Listiyanto Sigit Prabowo, di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Lebih lanjut Listiyanto Sigit Prabowo juga memastikan penanganan kasus pemerasan Syahrul Yasin Limpo ini akan dilakukan secara transparan. Untuk itulah Tim Mabes Polri akan melakukan asistensi dalam penanganan kasus ini.

Kemudian Polri juga mempersilahkan jika ada lembaga dari luar yang ingin mengawasi penanganan kasus pemerasan terhadap Syahrul Yasir Limpo yang diduga dilakukan petinggi KPK.

"Sehingga kemudian prosesnya betul-betul bisa memberikan rasa keadilan, apakah ini bisa diproses lanjut, apakah sebaliknya, harus dihentikan. Tentunya ini jadi pelapor dan terlapor untuk kemudian kita uji, saya kira Polri transparan dalam hal ini," kata Kapolri menambahkan.

Dalam perkembangan kasus pemerasan Syahrul Yasir Limpo, Polda Metro Jaya telah meningkatkan penanganannya dari penyelidikan ke penyidikan. Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pemerasan ini pada Jumat (6/10/2023).

Sebanyak enam orang saksi telah dimintai keterangannya dalam proses penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya. Mereka yang diperiksa termasuk diantaranya adalah Syahrul Yasin Limpo, beserta sopir dan ajudannya.

Syahrul Limpo terseret kasus dugaan kasus korupsi penempatan pegawai Kementerian Pertanian yang kini sedang diusut KPK. Saat ini Syahrul Yasir Limpo sudah mengundurkan diri posisinya.

Dalam perkembanganya, kasus ini kemudian juga memunculkan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan petinggi KPK pada Syahrul Yasir Limpo. Laporan pemerasan ini juga sudah diterima oleh Polda Metro Jaya.

Komentar