Jumat, 23 Februari 2024

Status Darurat Covid-19 Dicabut oleh WHO, Kemenkes Ingatkan Warga Tetap Waspada

Cholis Anwar
Sabtu, 6 Mei 2023 13:38:20
ilustrasi covid-19. (Murianews)
Murianews, Jakarta – Status darurat pandemi Covid-19 secara global telah dicabut oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) per Jumat (5/5/2023) kemarin. Kendati demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap mengingatkan kepada masyarakat agar hati-hati dan waspada. Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, setelah dinyatakan pandemi berakhir, akan tetapi bukan berarti virus tersebut sudah hilang. Melainkan virus itu tetap hidup berdampingan dengan manusia. ”Di dalam pengumuman WHO kemarin disampaikan bahwasanya kita harus hati-hati karena Covid-19 ini kan masih ada. Covid-19 tidak menjadi kedaruratan, tidak. Tapi dia masih ada, yang bisa tetap menjadi potensi menular dari orang ke orang,” kata Syahril mengutip Kompas.com, Sabtu (6/5/2023). Baca: Giliran Indonesia Bakal Cabut Status darurat Covid-19, Kapan? Karena itu, menurut Syahril masyarakat harus tetap berhati-hati dan waspada dengan adanya Covid-19 tersebut. terlebih di Indonesia sendiri saat ini sudah mengalami kenaikan kasus. Meski tidak signifikan, kenaikan kasus ini mampu meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) nasional. ”Bahkan di dalam statement WHO kemarin, apabila terjadi peningkatan kasus yang luar biasa dan menyebabkan kematian yang banyak, maka bisa saja statusnya tetap dikembalikan. Tapi itu terakhirlah, apabila loh ya,” ungkap Syahril. Dia juga mengatakan jika pemerintah Indonesia akan mencabut status kedaruratan Covid-19 tersebut. Namun, ia meminta semua pihak menunggu waktu pencabutan status itu. Baca: WHO Umumkan Akhiri Darurat Pandemi Covid-19 Global Sebab, untuk mencabut status darurat kesehatan global untuk Covid-19, pemerintah perlu mencabut aturan yang selama ini menjadikan Covid-19 sebagai bencana nasional. ”Iya, iya (pengumuman WHO menjadi pertimbangan). Jadi Indonesia juga harus mencabut itu. Tentu saja untuk waktunya tunggu dulu ya, karena itu kewenangan dari Pak Menteri atau Pak Presiden,” tutur Syahril.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini