Jumat, 23 Februari 2024

SYL Bakal Diperiksa Bareskrim Soal Pemerasan Oleh Pimpinan KPK

Cholis Anwar
Selasa, 31 Oktober 2023 13:09:00
SYL Menggunakan baju tahanan KPK (Kompas.com)

Murianews, Jakarta – Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan hari ini dan SYL akan dihadirkan sebagai saksi. Pengacara keluarga SYL, Djamaludin Koedoeboen, mengonfirmasi rencana pemeriksaan ini.

”Di Bareskrim Mabes Polri, siang ini rencananya. Pemeriksaannya sih jam 2 kalau tidak salah,” katanya mengutip Detik.com, Selasa (31/10/2023).

Hingga saat ini, detail mengenai apa yang akan diungkapkan SYL dalam pemeriksaan belum dijelaskan. Namun, Djamaludin Koedoeboen mengindikasikan bahwa kasus pemerasan menjadi salah satu fokus utama dalam pemeriksaan ini.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri juga membenarkan rencana pemeriksaan SYL di Bareskrim Polri.

”Informasi yang kami terima, iya betul,” kata Ali Fikri.

Proses administrasi terkait pemeriksaan SYL di Bareskrim Polri juga sudah dilakukan.

SYL saat ini telah ditahan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dua individu lainnya, yaitu Sekjen Kementerian Pertanian Kasdi dan Direktur Kementan M Hatta.

Selain itu, SYL juga dijerat dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK menduga bahwa SYL menerima uang dalam kisaran USD 4.000 hingga USD 10.000 per bulan dari bawahannya. Dana tersebut diduga digunakan untuk membayar kartu kredit, cicilan mobil, dan perawatan keluarganya.

Selain sebagai tersangka dalam kasus pemerasan, SYL juga dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan oleh Pimpinan KPK yang ditangani oleh Polda Metro Jaya. Kasus ini telah memasuki tahap penyidikan, dan polisi telah memeriksa Ketua KPK, Firli Bahuri, sebagai saksi.

Polisi juga telah melakukan penggeledahan di kediaman pribadi dan tempat rehat Firli. Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, menyatakan bahwa penetapan tersangka dalam kasus ini akan ditentukan melalui gelar perkara.

”Jadi terkait dengan penetapan tersangka, siapa tersangka dari dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi, nanti akan melalui mekanisme gelar perkara, gelar perkara untuk menetapkan tersangka,” kata Ade Safri.

Komentar