Rabu, 21 Februari 2024

Penahanan Aktivis Lingkungan Karimunjawa Jepara Ditangguhkan

Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 8 Desember 2023 16:29:00
Daniel Frits Maurits Tangkilisan, aktivis Karimunjawa saat keluar dari ruang tahanan Polres Jepara, Jumat (8/12/2023) sore. (Murianews/Faqih Mansyur Hidayat)

Murianews, Jepara – Polres Jepara, Jawa Tengah, resmi menangguhkan penahanan Daniel Frits Maurits Tangkilisan. Aktivis lingkungan Karimunjawa itu sebelumnya ditahan oleh Satreskrim Polres Jepara, Kamis (7/12/2023).

Daniel keluar dari tahanan Mapolres Jepara pukul 15.17 WIB, Jumat (8/12/2023). Dia telah ditahan selama 20 jam.

”Saudara Daniel kami tangguhkan penahanannya. Langsung kami keluarkan dari tahanan,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Ahmad Masdar Tohari saat ditemui Murianews.com di Mapolres Jepara.

Alasan penangguhan penahanan itu, dikarenakan syarat-syarat penangguhan dinyatakan lengkap. Antara lain ada permohonan penangguhan penahanan dan ada orang yang menjaminkan diri.

Selain itu, Daniel dan penjaminnya juga berjanji akan kooperatif kepada pihak Kepolisian. Daniel juga berjanji tidak akan pergi dari wilayah Jepara, termasuk tidak kembali ke Kepulauan Karimunjawa.

”Mereka berjanji jika sewaktu-waktu dipanggil penyidik siap hadir. Saudara Daniel untuk sementara tetap tinggal di Jepara. Jadi dia tidak akan pergi ke Karimunjawa dulu sebelum dia kita serahkan ke Kejaksaan,” terang Tohari.

Tohari menambahkan, Daniel juga dikenakan wajib lapor sepekan sekali. Yaitu setiap hari Kamis.

Kendati penahanannya ditangguhkan, lanjut Tohari, kasus Daniel tetap berjalan. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu waktu untuk menyerahkan berkas perkara kasus dugaan ujaran kebencian itu kepada Kejaksaan Negeri Jepara.

“Kasus tetap jalan. Penangguhan ini Cuma menunggu waktu untuk P 21 saja. Untuk penyerahan ke Kejaksan,” tandas Tohari.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas Karimunjawa itu menjadi tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian yang dia posting akun Facebooknya. Dia dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman enam tahun penjara.

Editor: Ali Muntoha

Komentar