Senin, 4 Maret 2024

Keluar Tahanan, Aktivis Lingkungan Karimunjawa Doakan Pelapor

Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 8 Desember 2023 17:02:00
Daniel Frits Maurits Tangkilisan, aktivis lingkungan Karimunjawa setelah keluar dari tahanan Polres Jepara, Jumat (8/12/2023) sore. (Murianews/Faqih Mansyur Hidayat)

Murianews, Jepara – Daniel Frits Maurits Tangkilisan, aktivis lingkungan Karimunjawa akhirnya bisa menghirup udara bebas. Status penahanannya ditangguhkan dan dia keluar dari tahanan Mapolres Jepara, Kamis (8/12/2023) pukul 15.17 WIB.

Raut wajah Daniel masih terlihat tegang. Tubuhnya masih terlihat lemas. Matanya pun masih terlihat sayu.

”Pencernaan saya agak terganggu,” kata Daniel usai 20 jam mendekam di tahanan.

Di dalam tahanan, Daniel mengaku tidak menerima kekerasan apapun. Bahkan, beberapa tahanan satu sel juga menguatkannya.

”Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya. Kepada Polres Jepara yang telah membantu sehingga saya boleh keluar, boleh ditangguhkan penahanan. Dan saya akan kooperatif dengan apa yang sudah dikomitmenkan,” ucap Daniel saat ditemui Murianews.com di Mapolres Jepara.

Kendati demikian, Daniel tetap bersikap bahwa perjuangan menolak tambak udang di Karimunjawa tetap harus dilanjutkan. Dia tetap berkeyakinan tambak udang harus ditutup.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat melakukan dua kali mediasi. Namun hasilnya buntu.

Pada mediasi pertama, kata Daniel, pelapor tidak mau mencabut laporannya. Sedangkan mediasi ke dua pelapor sempat berniat mencabut laporannya.

Namun, berselang satu atau dua hari, niatan itu diurungkan. Akhirnya kasus Daniel tetap berlanjut hingga sekarang. ”Semoga dia (pelapor) sehat-sehat saja. Semoga bisa segera bertemu,” ujar dia.

Soal komentarnya di Facebook berbunyi ”masyarakat otak udang”, Daniel memastikan dia tidak pernah menyebut warga Karimunjawa berotak udang. Tetapi pihak-pihak yang mendukung tambak udang dan tidak mempedulikan kelestarian lingkungan Karimunjawa.

”Saya tidak pernah bilang warga Karimunjawa atau siapapun juga otak udang,” tegas Daniel.

Terpisah, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyatakan, pihaknya mengabulkan penangguhan penahanan setelah ada permohonan dari kuasa hukum Daniel. Selain itu, mereka juga memenuhi syarat penangguhan penahanan.

Antara lain ada permohonan penangguhan penahanan dan ada orang yang menjaminkan diri.

Selain itu, Daniel dan penjaminnya juga berjanji akan kooperatif kepada pihak Kepolisian. Daniel juga berjanji tidak akan pergi dari wilayah Jepara, termasuk tidak kembali ke Karimunjawa.

Editor: Ali Muntoha

Komentar