Rabu, 21 Februari 2024

BTN Karimunjawa Ungkap Tambak Udang Terus Berkurang

Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 9 Desember 2023 14:37:00
Gakkum KLHK memotong pipa inlet tambak udang di Karimunjawa. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Jepara – Balai Taman Nasional Karimunjawa Kabupaten Jepara mengungkap jumlah tambak udang di kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara terus berkurang.

Perwakilan Balai Taman Nasional Karimunjawa, Agus Mardiyanto mengatakan, semula tambak udang di Karimunjawa sebanyak 33 lokasi.

Setelah operasi penertiban awal November 2023 lalu tersisa 20 lokasi. Sebanyak 13 tambak di antaranya menyanggupi untuk menutup secara mandiri setelah masa panen.

”Mereka meminta kelonggaran sampai selesai panen. Kira-kira sekitar 13 tambak. Ada yang sanggup di bulan Februari, Maret atau April. Diperkirakan April bisa tuntas semuanya,” kata Agus, Sabtu (9/12/2023).

Permintaan penutupan mandiri itu diminta petambak yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai. Agus meyakini bahwa penutupan tambak udang masih bisa diselesaikan secara humanis.

”Sesuai keinginan kita bersama bahwa tambak diselesaikan secara humanis. Dengan mengedepankan kesadaran masing-masing,” ujar Agus.

Di sisi lain, kata Agus, saat ini masih ada tujuh petambak yang melawan. Mereka menolak tambaknya ditutup dan memilih jalur hukum.

Saat ini, setelah dilakukan gelar perkara terhadap tujuh petambak itu, empat orang dinyatakan masuk proses penyidikan. Kemungkinan pada pekan depan akan dilakukan gelar perkara untuk penentuan status tersangka.

Untuk itu, pihaknya meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk ikut melakukan pengawasan. Alasannya, dengan masih adanya tambak yang masih beroperasi, tidak menutup kemungkinan membuang limbah ke laut.

Terpisah, Asisten II Setda Jepara Hery Yulianto mengaku siap ikut mengawasi tambak udang. Nantinya, forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Karimunjawa akan ditugasi mengawasi.

”Kami akan memastikan lagi tidak ada (petambak, red) menebar benih. Kami juga akan mengawasi proses pengeringan tambak saat panen terakhir,” jelas Hery.

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar