Senin, 4 Maret 2024

Jumlah Warga Grobogan Korban TPPO di Kulonprogo Ternyata Segini

Saiful Anwar
Sabtu, 15 Juli 2023 16:36:00
Ilustrasi perdagangan orang (Freepik)

Murianews, Grobogan – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan Edy Santoso mengungkapkan, jumlah korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) asal Grobogan dalam penangkapan di Kulonprogo, Yogyakarta tidak hanya sembilan orang.

Ia mengungkapkan jika korban TPPO yang terdata ada sebelas orang. Namun, ada korban yang kabur dan pulang terlebih dahulu.

”Ada yang kabur saat digerebek polisi. Kemudian, ada yang sudah izin pulang karena kerabat meninggal dunia,” katanya, Sabtu (15/7/2023).

Karena itulah, hanya sembilan orang yang akhirnya dipulangkan ke Grobogan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta pada Jumat (14/7/2023) kemarin.

Mereka diketahui menjadi bagian dari total 18 orang yang menjadi korban TPPO dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara, Kepala BBPPKS Yogyakarta Eva Rahmi Kasim mengatakan, korban TPPO baru dipulangkan kemarin karena pemberkasan di pihak berwajib harus selesai terlebih dahulu. Mereka pun masih akan dipanggil untuk memberikan kesaksian saat persidangan.

”Mereka bisa pulang kalau pemberkasan sudah lengkap. Oleh karena itu, setelah pemeriksaan polisi maupun LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) sudah selesai, baru kami pulangkan. Tinggal nanti pada saat persidangan, mereka akan dipanggil kembali,’’ paparnya.

Eva melanjutkan, pihaknya sempat menampung para korban TPPO tersebut setelah tempat tinggal mereka di Kulonprogo dibatasi hingga akhir Juni 2023. Di BBPKS Yogyakarta, mereka kemudian diberikan berbagai pelatihan.

”Mereka kami tampung, masuk pada tanggal 3 Juli. Di tempat kami, mereka diberikan konseling, relaksasi, bimbingan, penguatan mental, dan pelatihan kerja,’’ paparnya.

Eva mengatakan, mereka tidak semata-mata membuat karya, namun juga dibayar atas pekerjaan mereka. Meskipun berasal dari berbagai latar belakang, namun mereka tetap mampu mengikuti dengan baik.

”Mereka dapat upah juga. Memang tidak sesuai dengan keinginan awal mereka, karena latar belakangnya bermacam-macam. Ada perbengkelan, pertanian, peternakan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak sembilan orang korban TPPO dipulangkan ke Grobogan, Jumat (14/7/2023). Mereka disambut oleh kepala desa masing-masing di Dinas Sosial Grobogan sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Editor: Ali Muntoha

Komentar