Jumat, 23 Februari 2024

Kekeringan di Grobogan Semakin Parah, 113 Desa Minta Air Bersih

Saiful Anwar
Senin, 2 Oktober 2023 15:54:00
Masyarakat antusias mendapatkan air bersih dari BPBD Grobogan, baru-baru ini. (Murianews/BPBD Grobogan)

Murianews, Grobogan – Bencana kekeringan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah masih terus meluas. Berdasarkan data BPBD Grobogan, hingga akhir pekan lalu sudah terdapat 113 desa yang meminta air bersih.

Total air bersih yang sudah disalurkan BPBD Grobogan mencapai 3,7 juta liter dalam 760-an tangki. Jumlah itu belum termasuk yang disalurkan PMI Grobogan serta sejumlah instansi swasta yang tidak tercatat BPBD.

Dengan prediksi musim hujan baru akan tiba pada awal November 2023, diperkirakan jumlah desa terdampak kekeringan masih akan terus bertambah.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menampik potensi kekeringan tahun ini menjadi yang terparah dalam beberapa tahun belakangan.

Meski demikian menurut dia, anggaran untuk penanggulangan kekeringan dengan droping air bersih masih mencukupi.

”Anggaran masih aman. Harapannya tentu tidak bertambah lagi. Tahun 2019, ada 124 desa yang terdampak kekeringan,” katanya, Senin (2/10/2023).

Waduk Kedungombo memang telah dibuka untuk mengairi sejumlah sungai dalam sistemnya. Namun demikian, karena tidak semua kecamatan dilalui sungai-sungai tersebut, pengurangan dampak kekeringan kurang signifikan.

”Kan memang tidak semua daerah dilewati (sungai sistem) Kedungombo,” imbuh Endang.

Sebagaimana diberitakan, kekeringan di Grobogan dari hari ke hari masih terus meluas. BPBD Grobogan pun pontang-panting menyalurkan air bersih ke berbagai desa hingga malam hari.

Editor: Ali Muntoha

Komentar