Kamis, 29 Februari 2024

Bawaslu Kembali Preteli APK di Grobogan

Saiful Anwar
Selasa, 14 November 2023 16:41:00
Petugas mencopot gambar caleg di wilayah Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah yang dinilai melanggar aturan. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Bawaslu Grobogan bersama Satpol PP setempat kembali mempreteli alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosialisasi yang mengandung unsur kampanye di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (14/11/2023).

Penertiban itu dilakukan sejak Senin (13/11/20230. Sejak saat itu, sebanyak 2.358 alat peraga di Kabupaten Grobogan telah dicopot dari tempatnya.

Rinciannya, reklame atau baliho sebanyak 2.192 buah, spanduk 149 buah, dan umbul-umbul 17 buah.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran pada Bawaslu Grobogan Desi Ari Hartanta mengatakan, penertiban masih terus dilakukan apabila didapati alat peraga yang dianggap melanggar.

”Ada beberapa kecamatan yang masih lanjutkan penertiban,” katanya, Selasa (14/11/2023).

Dia menyatakan pihaknya terbuka jika masyarakat masih menemukan alat peraga yang belum dicopot. Selama alat peraga tersebut melanggar, tentu akan ditertibkan.

”Jika ada laporan masyarakat, bisa disampaikan ke panwas (di kecamatan masing-masing),” imbuhnya.

Desi Ari menambahkan, gambar yang dicopot hanya yang menampilkan caleg. Sebab, untuk capres-cawapres yang baru saja ditetapkan, dan pengundian nomornya pun masih nanti malam.

”Belum ada (yang dicopot). Kan baru kemarin ditetapkan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Grobogan mulai mempreteli alat peraga yang melanggar berdasarkan Surat Bawaslu RI Nomor 774. Alat peraga yang dilarang yakni ketika ada nomor urut, gambar coblos paku, dan ada ajakan untuk memilih.

Bawaslu Grobogan menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh parpol pada 6 November 2023 lalu. Saat itu disepakati, parpol diberi kesempatan menertibkan alat peragaya beberapa hari.

Setelahnya, alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosialisasi (APS) berbau kampanye akan ditertibkan oleh petugas.

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar