Jumat, 23 Februari 2024

Jalan Pantura Rusak, Pj Bupati Pati Minta BBPJN Segera Lakukan Pengasapalan

Umar Hanafi
Selasa, 11 April 2023 13:55:03
Jalan Pantura Pati-Rembang masih mengalami kerusakan menjelang libur Lebaran 2023. (Murianews/Istimewa)
Murianews, Pati – Jalan Pantura Pati-Rembang masih mengalami kerusakan jelang libur Lebaran 2023. Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera melakukan pengaspalan. Jalan penghubung Kabupaten Pati dengan Kabupaten Rembang itu rusak dan berdebu di beberapa titik. Khususnya di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati turun tangan. Mereka melakukan pembersihan, beberapa hari yang lalu dengan air dump truk. ’’Kami fokusnya di Juwana. Untuk yang selatan saat ini kan banyak yang bergelombang. Karena kemarin (saat pembangunan jembatan Juwana utara), relatif digunakan dua arah. Kemarin kami coba bersihkan dengan air dump,’’ tutur Henggar usai mehadiri acara di Masjid Agung Baitunnur Pati, Selasa (11/4/2023). Baca: Takbir Keliling Dibolehkan di Pati, Asalkan… Sekitar sembilan tangki truk habis untuk membersihkan debu di jalan sekitar Jembatan Juwana selatan. Namun jalan itu masih berdebu sehingga ia meminta BBPJN segera mengaspal jalan tersebut. ’’Habis sembilan truk. Tapi tetap berdebu. Harapan kami BPPJN melakukan pengasapalan sehingga bisa digunakan mudik lebaran,’’ ujar Henggar. Sebelumnya, Perangkat Desa Doropayung, Soleh, mengeluhkan kondisi jalan itu. Jalan di sekitar Jembatan Juwana Selatan atau Lingkar Juwana itu berlubang dengan kedalaman cukup dalam. Jalan sepanjang 1,5 km itu juga berdebu sehingga membuat jarak pandang terganggu. ’’Keinginan kami, keselamatan. Karena rusaknya parah dan debunya seperti debu Gunung Merapi pindah sini,’’ kata dia. Baca: Alhamdulillah, Guru-Guru TPQ hingga Takmir Masjid di Pati Dapat THR’ Diketahui jalur tersebut juga merupakan jalur utama pantura timur. Jalan itu menjadi tumpuan saat arus mudik dan balik Lebaran. ’’Kalau lubang tidak banyak lagi. Parah. Dihitung jari sudah tidak bisa. Harapan warga segera diperbaiki. Karena rawan kecelakaan. Kalau malam tidak tahu ada lubang bisa kecelakaan,’’ tutur dia.   Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini