Rabu, 28 Februari 2024

PGSI Jateng Minta Rp 600 T Dialokasikan untuk Pendidikan

Umar Hanafi
Jumat, 17 November 2023 18:50:00
Rembuk Pendidikan dan Penyerapan Aspirasi di Hotel Gitrary Pati, Jumat (17/11/2023) sore. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Jateng meminta Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 triliun untuk pendidikan.

Usulan itu disampaikan Ketua PGSI Jateng Muh Zen saat hadir di Rembuk Pendidikan dan Pengerapan Aspirasi di Hotel Gitrary Pati, Jumat (17/11/2023) sore.

Ia yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng itu mengaku prihatin dengan kondisi guru swasta yang seolah-olah dianak tirikan. Bahkan, sebagian dari mereka masih diupah Rp 300 ribu per bulan.

”Kami meminta kepada pemerintah menjadilan 20 persen APBN sesuai amanat UU 45 benar-benar untukpendidikan bukan fungsi kependidikan,” ujar Muh Zen.

Menurutnya, selama ini 20 persen APBN Republik Indonesia untuk fungsi pendidikan. Hal ini membuat, kementerian lainnya ikut mendapatkan anggaran ini. Seperti Kementerian Desa, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Desa dan Kementerian Kelautan.

”Ada 17 kementerian. Seharusnya Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama saja. Karena yang mengurusi sekolah dasar, menengah sampai tinggi di dua institusi itu,” kata dia.

Hal ini juga mengakibatkan delapan standar pendidikan belum tercapai semuanya. Mulai dari standar sarana dan prasarana, kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga belum meratanya kualitas pendidikan.

”Hari ini yang 60 persen sarana dan prasarana pendidikan banyak yang rusak. Dari ringan hingga berat. Tak hanya swasta, sekolah negeri juga memprihatinkan. Mungkin sebagian terpenuhi tapi tak merata. Khususnya di pinggiran,” tutur dia.

Ia pun yakin, bila 20 persen APBN benar-benar untuk pendidikan, tidak ada cerita tentang guru yang digaji Rp 300 ribu per bulan.

”Rp 600 triliun untuk pendidikan. Saya yakin bila itu bisa dan tidak ada lagi guru-guru yang tidak sejahtera. Tidak ada gaji guru Rp 300-400 ribu. Gaji itu sama dengan pendapatan seminggu tukang parkir. Kalau mereka baikot tak mengajar hancur bangsa ini,” tandas dia.

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar