Rabu, 21 Februari 2024

Pengungsi Terus Bertambah, Dapur Umum Siap Pacu Makanan

Vega Ma'arijil Ula
Senin, 12 Februari 2024 15:01:00
Suasana Dapur Umum di terminal Kudus untuk melayani kebutuhan makan para pengungsi (Murianews/Vega Maarijil Ula)

Murianews, KudusDapur Umum Terminal Induk Jati Kudus, Jawa Tengah masih mampu menyelesaikan kebutuhan makan tiga posko pengungsi korban banjir Karanganyar, Kabupaten Demak. Kebutuhan makan diklaim masih dapat disediakan, meski jumlah pengungsi terus bertambah.

Data yang dihimpun Murianews.com, jumlah pengungsi per hari ini, Senin (12/2/2024) pukul 10.30 WIB mencapai 3.305 jiwa. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya pukul 09.00 WIB sebanyak 3.184 jiwa.

”Terkait dapur umum di Posko Terminal Jati masih bisa mengkover kebutuhan pengungsi. Karena di posko Terminal Kudus hanya menyuplai posko Balai Desa Jati Wetan, Koramil Jati, dan Terminal Induk Jati itu sendiri,” katanya, Senin (12/2/2024).

Ketersediaan dapur umum menurutnya, sudah ada sejak Kamis (8/12/2024). Sejauh ini masih mampu mengkover kebutuhan makan pengungsi.

”Sehari makan tiga kali di masing-masing posko tersebut masih bisa dikover oleh dapur umum Terminal Induk Jati Kudus. Bahkan makanan sampai kami bagikan ke sopir,” katanya, Senin (12/2/2024).

Lebih lanjut, untuk pengungsian di aula DPRD Kudus juga sudah tersedia dapur umum. Sehingga mampu menyuplai kebutuhan makan pengungsi di situ. Saat ini jumlah pengungsi di DPRD Kudus ada 265 jiwa.

”Bahan baku untuk makanan juga aman. Saat ini yang masih dibutuhkan yakni sandal jepit dan keperluan bayi seperti pampers, minyak kayu putih, dan pampers untuk dewasa,” imbuhnya.

Camat Jati, Fiza Akbar mengatakan, pihaknya bakal menambah dapur umum lagi. Menurutnya, semakin banyak tambahan dapur umum semakin bagus.

”Kalau menunggu satu dapur umum saja kasihan pengungsi. Karena kebutuhan makan tidak dapat ditunda,” katanya, Senin (12/2/2024).

Dirinya berencana membuka dapur umum di rumah pribadi Kepala Desa Jati Wetan dan di dapur umum Pasuruhan Lor. Sehingga dapat menyuplai kebutuhan suplai makanan.

”Nanti malam mulai kami buat dapur umumnya. Sasarannya ke posko-posko yang ada di desa-desa,” sambungnya.

Nantinya ada sekitar 750 pengungsi yang menjadi sasaran dari dua dapur umum tersebut. Sedangkan untuk posko di aula Jati Wetan tetap disuport dapur umum dari terminal.

”Sasarannya sekitar 750 pengungsi yang mengungsi di rumah-rumah warga,” imbuhnya.

Editor: Cholis Anwar

Komentar