Jumat, 1 Maret 2024

Pengadilan Negeri Kudus Layangkan Teguran ke Bank Mandiri

Yuda Auliya Rahman
Rabu, 13 September 2023 17:08:00
Ilustrasi: Mobil operasional Bank Mandiri. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Pengadilan Negeri Kudus melayangkan teguran ke Bank Mandiri. Ini lantaran bank pelat merah itu belum menjalankan keputusan pengadilan terkait raibnya tabungan nasabah sebesar Rp 5,8 miliar.

Tabungan di Bank Mandiri yang raub itu milik Moch Imam Rofi’i warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, Bank Mandiri diduga masih belum menjalankan keputusan Pengadilan Negeri Kudus yang menghukum untuk mengganti kerugian nasabah.

Padahal, hasil putusan banding Bank Mandiri di Pengadilan Tinggi Semarang menguatkan putusan PN Kudus. Begitu juga dengan upaya kasasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri juga ditolak Mahkamah Agung (MA).

Korban melalui kuasa hukumnya pun akhirnya mengajukan permohonan eksekusi ke PN Kudus. Pertemuan anmaning dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kasus ini mulai digelar pada Rabu (13/9/2023).

Humas Pengadilan Negeri Kudus Rudi Hartoyo mengatakan, dalam anmaning tersebut Ketua Pengadilan Negeri Kudus memberi teguran terhadap terdakwa Bank Mandiri agar menjalankan isi putusan secara sukarela.

”Jadi diperingatkan untuk melaksanakan dan mematuhi isi putusan (salah satu poinnya, yakni mengganti kerugian Rp 5,8 miliar, red)” katanya, Rabu (13/9/2023).

Ia menjelaskan, Bank Mandiri diberi waktu delapan hari untuk melaksanakan putusan yang saat ini sudah berkekuatan tetap itu. Meski demikian, menurutnya proses anmaning masih bisa kembali dilakukan dua hingga tiga kali yang jadi kewenangan Ketua PN Kudus.

”Ketika terdakwa masih tidak mau menjalankan putusan, ada proses eksekusi tapi prosesnya nanti menunggu seperti apa, karena ini melibatkan BUMN (badan usaha milik negara),” ungkapnya.

Sementara kuasa hukum korban, Musyafak saat ini masih mengikuti proses yang berjalan. Dalam anmaning yang diikutinya Bank Mandiri sudah diperingatkan untuk membayar kerugian kliennya senilai Rp 5,8 miliar itu.

”Kami sudah memberikan surat tertulis kepada Bank Mandiri agar melaksanakan putusan. Tapi memang sampai saat ini klien kami belum mendapatkan hak ganti rugi atas uangnya yang hilang,” ujarnya.

Editor: Ali Muntoha 

Komentar