Rabu, 21 Februari 2024

Jadi Tersangka, Firli Bahuri Tetap Nikmati Gaji

Zulkifli Fahmi
Jumat, 1 Desember 2023 06:53:00
Firli Bahuri, Ketua KPK. (Istimewa/Instagram @firlibahuriofficial)

Murianews, Jakarta – Meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan, mantan Ketua KPK Firli Bahuri tetap dapat menikmati gajinya. Bahkan, ia masih menerima gajinya sebesar 75 persen.

Hak keuangan pimpinan KPK itu termaktub dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2006, sebagaimana telah diubah dengan PP 82 Tahun 2015 tentang Hak Keuangan, Kedudukan Protokol, dan Perlindungan Keamanan Pimpinan KPK.

Dalam Pasal 3 ayat 1, disebutkan penghasilan yang didapat pimpinan KPK berupa tiga komponen, yaitu gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan kehormatan, yang diberikan setiap bulan. Selain itu, ada tunjangan fasilitas yang juga diberikan setiap bulan.

Dalam setiap bulan, seorang Ketua KPK menerima hak keuangannya secara tunai dengan total Rp 99.550.000. Jumlah itu akumulasi dari gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan kehormatan, tunjangan perumahan, dan tunjangan transportasi. Bila dijumlahkan dengan tunjangan lainnya, secara total adalah Rp 123.938.500.

Merujuk pada aturan itu, Firli Bahuri masih menerima 75 persen dari gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan kehormatan, meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, tunjangan lain masih diberikan utuh, yaitu tunjangan perumahan, tunjangan asuransi kesehatan dan jiwa, serta tunjangan hari tua. Namun tunjangan yang diberikan tunai hanya tunjangan perumahan.

Sementara tunjangan transportasi Rp Rp 29.546.000 tidak disebutkan di dalam pasal di atas, yang dipahami bahwa tunjangan itu sudah tidak lagi diberikan setelah Firli Bahuri diberhentikan sementara dari jabatan Ketua KPK.

Sedangkan tunjangan asuransi kesehatan dan jiwa, tunjangan hari tua, masih diberikan tapi bukan secara tunai, melainkan dibayarkan langsung ke lembaga asuransi dan dana pensiun yang sudah ditunjuk KPK.

Berikut rincian uang yang masih diterima Firli baik tunai maupun tidak:

Tunai

1. Gaji Pokok 75% dari Rp 5.040.000 = Rp 3.780.000
2. Tunjangan Jabatan 75% dari Rp 24.818.000 = Rp 18.613.500
3. Tunjangan Kehormatan 75% dari Rp 2.396.000 = Rp 1.797.000
4. Tunjangan Perumahan Rp 37.750.000

Total: Rp 61.940.500

Dibayarkan ke lembaga terkait

1. Tunjangan Asuransi Kesehatan dan Jiwa Rp 16.325.000
2. Tunjangan Hari Tua Rp 8.063.500

Total: 24.388.500

Dari jumlah itu, maka Firli Bahuri masih menerima total Rp 86.329.000 secara keseluruhan tetapi yang diterima secara tunai per bulan adalah Rp 61.940.500. Sebab, sisanya sebesar Rp 24.388.500, merupakan tunjangan asuransi kesehatan dan jiwa serta tunjangan hari tua yang dibayarkan langsung ke lembaga terkait.

Ketua KPK sementara Nawawi Pomolango mengatakan status pemberhentian sementara memang seperti itu. Namun hak-hak yang masih diberikan kepada Firli hanya yang diatur dalam peraturan tersebut.

"Ketentuan-ketentuan tentang pemberhentian sementara memang menyebutkan seperti itu bahwa masih ada hak-hak yang tertentu yang masih diinikan oleh lembaga kepada yang bersangkutan," ujarnya dikutip dari Detik.com, Jumat (1/12/2023).

Komentar