Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Masa depan angkot di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah semakin kembang kempis. Jumlah angkot di Kota Kretek menyusut drastis, seiring minimnya peminat.

Alhasil, trayek angkot di Kudus kini juga berguguran. Data yang dihimpun Murianews.com jumlah trayek angkutan di Kabupaten Kudus ada sebanyak 20 trayek. Tujuh trayek di antaranya sudah tidak beroperasi alias sudah mati. 

Trayek angkot yang sudah tidak beroperasi itu yakni trayek Pasar Dawe-Ternadi, Pasar Dawe-Kedungsari, Terminal Jati-Honggosoco, dan Terminal Jati-Gondangmanis. Kemudian trayek Terminal Jati-Sudimoro, Terminal Jati-Padurenan, dan Terminal Jati-Pasar Doro.

”Data trayek mati tersebut sejak akhir tahun 2022 hingga kini. Sedangkan trayek yang masih aktif ada 13 trayek,” kata Kepala Seksi Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Mukhlisin, Jumat (25/8/2023).

Sebanyak 13 trayek angkot yang masih beroperasi itu yakni Bareng-Colo, Bareng-Kaliampo, Dawe-Cranggang, Pasar Dawe-Gerit, Terminal Jati-Bae, dan Terminal Jati-Colo. 

Kemudian ada trayek angkot rute Terminal Jati-Menawan, Terminal Jati-Singocandi, Terminal Jati-Jetak, Terminal Jati-Karangmalang, Terminal Jati-Bareng, Terminal Jati-Babalan, dan Terminal Jati-Brayung.

”Di tahun 90-an itu di Kabupaten Kudus ada 650 angkutan. Sekarang hanya tersisa 230 unit per akhir tahun 2022,” sambungnya.

Mukhlisin menyebut kondisi matinya trayek angkot tidak hanya terjadi di Kabupaten Kudus. Dia menyebut daerah lain juga mengalami hal serupa.

”Trayek yang mati ini tidak hanya di Kudus. Daerah lain juga banyak yang trayeknya tidak lagi beroperasi. Kami dari Dishub tidak dapat berbuat banyak,” imbuhnya.

Editor: Ali Muntoha

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler