Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Surabaya – Gaya komunikasi Gibran Rakabuming Raka kini disebut telah berubah. Gibran kini disebut lebih terbuka dan menguasai masalah, ketimbang saat awal-awal muncul.

Pakar komunikasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) E Rizky Wulandari mengamati perubahan gaya komunikasi Gibran tersebut.

Menurut dia, Gibran kini jauh lebih terbuka dan terampil dalam komunikasi verbal maupun nonverbal.

Ia membandingkananya saat Gibran muncul di depan publik pertama kali beberapa tahun lalu. Saat itu, Gibran cenderung tertutup dari publik dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kurang terukur.

”Mungkin dari sisi usia, saat itu Gibran masih sangat muda. Dia juga lebih aktif sebagai pebisnis yang kerap menggunakan komunikasi efektif dan efisien," katanya, Kamis (23/11/2023).

Kini, setelah Gibran menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto, ia sudah memasuki tahap penguatan public speaking.

Ia menilai, ada pertumbuhan signifikan dari sisi kejelasan komunikasi, yakni teknik penyampaian ide atau pesan secara jelas dan terstruktur.

”Gibran relatif sudah menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh audiens. Mungkin karena sudah melibatkan konsultan? Saya enggak ngerti. Dulu dia sempat nyeletuk begitu di sebuah acara televisi," katanya sambil tersenyum.

Yang jelas, kata Kiky, kekuatan public speaking memiliki peran penting dalam panggung politik. Lewat public speaking, salah satunya, diharap mampu mendorong audiens agar terpengaruh, termotivasi, tergerak, atau setidaknya tertarik.

Dari pengamatan terhadap sosok Gibran, mulai dari pertemuan dengan Prabowo Subianto saat deklarasi, pendaftaran di KPU, bertemu awak media saat tes kesehatan, hingga pengundian nomor urut capres dan cawapres, Gibran kini lebih tenang dan lebih terbuka.

”Ia memiliki keterampilan verbal dan nonverbal cukup baik. Kalaupun ada persoalan lebih pada sisi intonasi dan volume suara. Juga gerak tubuh dan ekspresi wajah yang kurang mendukung pesan yang disampaikan," kata Kiky.

Sikap Gibran yang bertemu wartawan untuk klarifikasi soal ijazah menurutnya juga sebagai gaya dari komunikasi yang bagus.

”Tak banyak politisi kita mau melakukan klarifikasi secara terbuka. Dukungan pernyataan dari juru bicara Gibran, Emil Dardak, makin memperjelas proses klarifikasi," papar Kiky.

Dosen public relations dan marketing communications di Stikosa AWS ini percaya, kemampuan komunikasi yang baik harus didukung referensi yang kuat. Ia pun menyarankan Gibran memperkuat performance saat bicara di depan publik lewat ekspresi yang kuat, selaras dengan narasi yang disampaikan.

”Kepercayaan diri sangat dibutuhkan dalam public speaking. Bagaimana ia tampil dengan penuh percaya diri di depan audiens, tetap tenang saat diserang, tak gampang lupa daratan saat menerima pujian, tetap mengendalikan situasi dalam kondisi apapun," tegasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler