Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Agam – Tim SAR gabungan menemukan pendaki Gunung Marapi terakhir yang terdampak erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (6/12/2023). Korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban terakhir itu berjenis kelamin perempuan, namun identitasnya belum diinformasikan.

Berdasarkan data di Posko BKSDA saat Gunung Marapi erupsi, ada 75 pendaki yang terdata. Seluruh pendaki yang terdata itu telah ditemukan, dan 23 di antaranya dikabarkan dalam kondisi meninggal dunia.

”Kami dapat informasi korban yang satu ini sudah menuju ke rumah sakit, jadi berdasarkan data sudah lengkap 75 orang,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Dwi S, dilansir Murianews.com dari Humas Polri.

Menurut Dwi, meski seluruh korban yang terdata sudah ditemukan, namun proses penyisiran di sekitar kawasan Gunung Marapi masih akan terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi korban lain.

”Data yang kita dapat 75 itu dari pendaki melalui yang terdaftar di online. Dikhawatirkan, masih banyak pendaki lain yang tidak mendaftar melalui aplikasi,” ujarnya.

Apalagi menurut dia, berdasarkan data dari posko pengaduan di rumah sakit masih ada 30 keluarga yang belum mendapatkan informasi keberadaan keluarganya.

”Oleh karena itu, penyisiran hingga saat ini masih terus dilakukan. Berarti masih ada tujuh lagi yang harus dicari,” jelasnya.

Ditambahkan Dwi, saat ini situasi penyisiran di puncak Gunung Marapi memang terkendala cuaca. Kerap turunnya hujan membuat jalan pendakian menjadi licin.

Selain itu, kabut juga menjadi tantangan proses evakuasi. Bahkan, erupsi sendiri masih terus terjadi hingga saat ini.

Sementara korban terakhir yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akan dilakukan pencocokan data oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.

Identifikasi seluruh korban erupsi Marapi dipusatkan di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler