Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan sudah tidak lagi menjadi kader PDIP. Presiden dua periode ini bahkan disebut telah bergabung dengan Partai Amanat Nasional atau PAN.

Kabar tentang masuknya Jokowi ke dalam PAN ini digaungkan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat berkampanye di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (9/12/2023).

Saat itu Zulkifli Hasan mengatakan jika Jokowi saat ini partainya adalah PAN. Karena partai yang lama disebutnya sering ribut dana marah-marah.

Presiden Jokowi pun merespon kabar ini. Jokowi menjawab pertanyaan terkait kabar bergabungnya dirinya ke PAN itu dengan senyum yang lebar.

Ini terjadi ketika Presiden Jokowi usai meresmikan stasiun pompa Ancol Sentiong, Senin (11/12/2023).

Dengan gerakan yang ekspresif pula, Jokowi menjawab jika PAN adalah partai koalisi pemerintah, sehingga masuk keluarga begitu pun sebalikanya.

”Partai PAN kan masuk koalisi pemerintah. Jadi PAN itu masuk ke keluarga kita. Kalau kita jadi keluarga PAN kan sama saja. PAN masuk keluarga kita, kita masuk keluarga PAN,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Setpres.

Presiden tak menjelaskan lebih lanjut secara pasti apakah ia sudah keluar dari PDIP dan pindah ke PAN.

PDIP pun merespon pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menyatakan jika Jokowi saat ini partainya adalah PAN.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut jika benar Jokowi masuk PAN, maka Zulkifli Hasan akan bisa menunjukkan kartu anggota (KTA) Jokowi.

”Ya, nanti Pak Zul yang akan menunjukkan KTA-nya," kata Hasto dikutip dari Kompas.com.

Hasto menyebut pernyataan Zulikifli Hasan terkait Jokowi itu menurut dia, justru akan menguntungkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut maksud itu.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler