Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lima komoditas menyumbang inflasi itu adalah telur ayam ras dengan inflasi sebesar 0,08 persen. Kemudian bawang merah sebesar 0,06 persen, rokok kretek dan filter 0,05 persen, daging ayam ras sebesar 0,04 persen dan bawang putih 0,02 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santosa menyampaikan, inflasi Kabupaten  Kudus pada bulan ini tergolong masih cukup rendah dibanding sejumlah kabupaten/kota pembanding lain.

Seperti Kota Tegal yang inflasinya mencapai 0.32 persen, kemudian Kota Semarang, Cilacap, dan Purwokerto yang inflasinya berada di angka 0,22 persen.

Baca: Inflasi Kudus Bulan April Lebihi Jateng dan Nasional

”Kalau di bulan kemarin Kudus bisa dibilang paling tinggi, ini mereka nomor dua terendah di atas Surakarta yang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen,” ujarnya Rabu (7/6/2023).

Selain itu, sambungnya, inflasi Mei 2023 kemarin juga lebih rendah dari inflasi April 2023 yang tercatat sebesar 0,34 persen. Serta lebih rendah  dari  bulan yang sama tahun lalu yakni sebesar 0,38 persen.

”Jadi bisa dibilang inflasinya masih sangat wajar,” ungkapnya.

Ketua Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kudus yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengungkapkan, alasan utama sering terjadinya inflasi di Kudus adalah karena kota ini merupakan sentra perdagangan di pantura timur.Samani mengatakan, banyak barang mulai dari sayur mayur, serta barang-barang konsumtif lainnya yang masuk ke Kudus. Adanya banyak barang tersedia ini kemudian didukung dengan daya beli masyarakatnya yang tinggi.”Jadi, ya berputarlah uang di sana, walau harganya sedang tinggi, bagi sebagian masyarakat Kudus mereka tidak masalah, selama mereka merasa bisa membeli, mereka akan membeli,” ujarnya.Baca: Inflasi Kudus Merangkak ke 5,97 PersenSelain itu, mayoritas warga dengan jenis kelamin perempuan di Kabupaten Kudus memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang tetap. Sehingga akan bertambah jumlah konsumen dalam satu pasar.”Inflasi itu sebenarnya memang tidak baik jika terlalu tinggi, tapi untuk taraf Kabupaten Kudus sendiri, inflasinya masih wajar karena daya beli masyarakat juga tidak menurun drastis,” ungkapnya. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler