Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


”Kami sebagai pengelola peninggalan Sunan Kudus, secara otomatis kami masih tetap menjaga metode dan strategi dakwah Sunan Kudus sampai detik ini, salah satunya tidak menyembelih sapi ini,” ucap Humas YM3SK Denny Nur Hakim, Selasa (27/6/2023).

Pihaknya menuturkan, pada zaman tersebut, Kanjeng Sunan Kudus memang mendakwahkan islam dengan cara pendekatan budaya. Di mana agama mayoritas saat itu yakni Hindu, sangat mengagungkan hewan sapi.

Baca: Coba Deh Es Kuwut Bali di Taman Menara Kudus Ini, Rasanya Maknyes

”Karena kami menganggap bahwa tidak menyembelih sapi ini merupakan salah satu strategi dakwahnya Kanjeng Sunan, maka sampai saat ini masih kami jaga agar tidak menyembelih sapi,” ujarnya.

Pada tahun ini sendiri, YM3SK kembali membuka penerimaan hewan kurban kambing, domba, dan kerbau. Meski begitu, pihaknya belum bisa memaparkan berapa jumlah yang akan disembelih pada tahun ini.Mengingat kebiasaan para donatur yang mengirimkan hewan kurbannya sehari sebelum atau malah tepat di hari H pelaksanaan kurban. YM3SK sendiri, akan melaksanakan kurban pada Sabtu (1/7/2023) mendatang.”Kalau di tahun sebelumnya ada 18 ekor kerbau dan 26 ekor kambing,” ungkapnya. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler