Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kerugian akibat kebakaran pabrik kertas PT Enggal Subur Kertas di Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditaksir mencapai Rp 17,5 miliar.

Kerugian tersebut akibat kebakaran pabrik kertas yang terjadi pada gudang penyimpanan kertas PPIC. Meliputi bangunan beserta isinya dan juga sejumlah kendaraan seta alat berat yang kebetulan berada di sekitar area kebakaran.

Taksiran kerugian kebakaran pabrik kertas itu dikatakan Subkoordinator Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Akhmad Munadji, Sabtu (15/7/2023) pagi.

”Untuk korban jiwa tidak ada, semua kerugian materi dan ditaksir mencapai angka Rp 17,5 miliar,” ujarnya.

Saat ini delapan mobil pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan pada bangunan serta kertas-kertas yang dilahap si jago merah. ”Semua bersinergi sejak semalam dan saat ini masih berlangsung untuk pendinginan,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran pabrik kertas itu, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lanjutan karena masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang.

”Yang terpenting kami di sini untuk memadamkan api dan tidak sampai merembet ke permukiman warga,” tandasnya.

Suwito, petugas keamanan pabrik yang berjaga pun menuturkan kronologi kebakaran pabrik kertas di Kudus itu.

Kejadian dimulai pada pukul 23.15 WIB. Di mana kobaran api mulai nampak ada di gudang penyimpanan gulungan kertas PPIC siap jual. Tak berselang lama, dia pun mencoba untuk memadamkan api dengan hydrant.

Namun karena kebakaran pabrik kertas semakin membesar dia mundur dan beberapa rekannya langsung memanggil petugas pemadam kebakaran.

”Pas kejadian itu hening, tidak ada suara apa-apa, tapi seketika apinya langsung besar dan mulai membumbung tinggi. Saya spontan menarik selang untuk hydrant mencoba memadamkan namun tidak bisa,” tuturnya.

Editor: Ali Muntoha

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler