Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo mengklaim Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sudah merdeka dari kemiskinan. Banyak masyarakat Kudus, lanjut dia, juga dinilai telah memiliki penghasilan yang tetap dan melebihi rata-rata.

”PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) PDRB Kabupaten Kudus itu salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, kami rasa Kudus sudah merdeka (dari sektor kemiskinan, red),” katanya usai memimpin upacara HUT ke-78 RI di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (17/8/2023).

Berdasar hal tersebutlah Hartopo kemudian menyimpulkan jika tingkat kesejahteraan masyarakat Kudus sudah cukup merdeka. Lebih dari itu, warga Kudus juga bebas melakukan hal apapun tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

”Secara luas Kudus sudah merdeka, semua warga bebas melakukan hal apa saja dan mengejar mimpinya,” ungkap dia.

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 2022 menurun dibanding tahun 2021 silam. Di mana jumlahnya, ada sebanyak 66,06 ribu orang. Sementara pada tahun 2021 kemarin ada 67,06 ribu orang.

Atau, jika dipersentasekan jumlah penduduk miskin di tahun 2022 lalu adalah sebanyak 7,41 persen. Atau menurun sebanyak 0,19 persen dibanding tahun 2021 silam.

Dari tahun ke tahun, jumlah penduduk miskin di Kudus berfluktuasi. Semenjak 2020 hingga 2021 misalnya, angkanya mengalami kenaikan. Namun di tahun 2022, angkanya mengalami penurunan.

Dalam lima tahun terakhir, angka yang paling rendah terjadi di 2019 yang hanya 58 ribu jiwa. Sementara angka tertinggi terjadi di tahun 2021 kemarin, yakni di 67,06 ribu jiwa.

Editor: Ali Muntoha

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler