Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Sebanyak dua desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), masih mengalami kekeringan hingga akhir November 2023 ini. Padahal, hujan sudah mulai turun merata di semua wilayah Kota Kretek.

Adapun dua desa tersebut ialah Desa Kedungdowo dan Papringan di Kecamatan Kaliwungu. Dengan jumlah warga yang masih terdampak yakni 1.381 jiwa.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Mundir mengungkapkan, pihak BPBD paling baru melaksanakan dropping pada Rabu (22/11/2023) kemarin. Dia pun memprediksi akhir dari bencana kekeringan ini akan selesai pada akhir tahun ini.

”Karena saat ini sudah mulai masuk masa peralihan, maka bencana kekeringan ini dimungkinkan selesai di akhir tahun,” ucapnya Jumat (24/11/2023).

Sementara secara keseluruhan, sambung dia, BPBD mencatat hingga pertengahan November ini, jumlah air yang sudah disalurkan adalah mencapai 2,3 juta liter lebih air bersih.

Jumlah tersebut juga merupakan bantuan dari beberapa pihak swasta yang ikut melaksanakan dropping air ke desa-desa. Mulai dari PMI hingga instansi-instansi sosial, lembaga pendidikan, komunitas dan partai politik.

”Kecukupan stok air bersih di tempat kami sebenarnya masih cukup dan aman, namun kami ikut mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang ikut membantu pendistribusian air bersih,” tuturnya.

Dalam beberapa pekan ke depan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk hemat dalam menggunakan air. Penggunaan air secara bijak akan sangat mempengaruhi ketersediaan air di alam.

”Sekalipun memakai PDAM dan Pamsimas, kami harapkan warga Kudus tetap bisa menggunakannya secara bijaksana dan seperlunya,” tandasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler