Kirab Budaya Buka Luwur Mbah Pangeran Puger Berlangsung Meriah
Anggara Jiwandhana
Minggu, 21 Juli 2024 19:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kirab Budaya Buka Luwur Pangeran Puger di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, digelar meriah pada Minggu (21/7/2024).
Ratusan warga dari sejumlah RW di desa tersebut pun mengikuti arak-arakan yang dimulai dan berakhir di Balai Desa Demaan. Marching Band hingga warga-warga berkostum jawa kuno pun berjejer dan menarik perhatian warga setempat dan para pengguna jalan.
Ketua panitia kegiatan buka Luwur Pangeran Puger Umam Annahar mengungkapkan, kegiatan Kirab budaya ini merupakan bagian dari rangkaian Buka Luwur Mbah Pangeran Puger di tahun 2024. Selain kirab, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya seperti Expo UMKM, pengajian umum hingga terbang papat.
”Kegiatan ini kami gelar sebagai wujud persatuan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, kami kemas sedemikian rupa agar kegiatan ini lebih bermakna dari berbagai sisi,” ucapnya pada Murianews.com, Minggu petang.
Dia menambahkan, segala elemen yang terlibat dalam kegiatan ini memang ingin menghadirkan sebuah agenda yang bukan hanya kuat pada sisi religiusitas saja. Melainkan juga bermanfaat dari segi ekonomi dan pemberdayaan masyarakatnya.
”Karena itulah pada tahun ini kami tambahkan expo UMKM, tujuannya ya untuk pemberdayaan masyarakat ini,” ungkapnya.
Kepala Desa Demaan Kudus Muhlisin mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari nguri-uri budaya warga Desa Demaan. Dia berharap dari tahun ke tahun pelaksanaannya bisa semakin baik dan berkembang kembali. Sehingga bisa menjadi daya tarik tersindiri untuk desa di pusat kota itu.
”Tahun kemarin kan tidak ada expo UMKM kemudian tahun ini ditambahkan expo. Pada tahun depan ada beberapa usulan tambahan kesenian. Tentu kami tampung agar kegiatan ini bisa semakin meriah kembali pada tahun depan,” ungkapnya.



