Flashmob Caping Kalo Buka Gelaran Kudus Fashion Week 2024
Anggara Jiwandhana
Kamis, 19 September 2024 18:53:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Flashmob caping kalo warnai pembukaan gelaran agenda Kudus Fashion Week 2024. Diikuti oleh seratusan peserta, mereka berlenggak-lenggok mengikuti alunan lagu dan instruktur yang memandu.
Gelaran Flashmob ini digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada Kamis (19/9/2024) sore. Para peserta, terdiri dari TP PKK, komunitas seni hingga masyarakat umum.
Satu instruktur di depan memandu jalannya flashmob. Dengan pakaian adat Kudus, instruktur masih leluasa berlenggak-lenggok memandu ratusan peserta flashmob. Para peserta, juga tampak luwes mengikuti gerakan dengan riang gembira.
Tak kurang dari sepuluh menitan, agenda yang juga diikuti oleh Ketua TP PKK Kudus Aini Hasan Chabibie ini pun berlangsung dengan sangat meriah.
Panitia Kudus Fashion Week Aris Magenta mengungkapkan, ini merupakan kali pertamanya flashmob caping kalo dilaksanakan di Kudus. Para pesertanya pun bersemangat dalam mengikuti.
Aris mengatakan, agenda Kudus Fashion Week 2024 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kudus ke-475 ini memang mengusung misi khusus mengenalkan caping kalo kepada masyarakat luas.
”Terutama anak muda, kami ingin mengenalkan ini kepada mereka. Caping kalo kan merupakan salah satu unsur kebudayaan Kudus juga sehingga perlu dilestarikan,” tuturnya.
Dengan menggandeng Nojorono Kudus yang juga konsen terhadap pelestarian caping kalo, diharapkan benda budaya asli Kudus ini bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas.
”Kita tahu bahwa Kudus ini punya Caping Kalo sebagai salah satu budayanya. Namun tidak semua orang mengenal caping kalo, karena itu pada kesempatan kali ini kami membawa misi untuk mengenalkan benda budaya ini ke masyarakat luas,” ungkapnya.
Serangkaian kegiatan dalam kegiatan Kudus Fashion Week pun nantinya akan memiliki unsur caping kalo di dalamnya.



