Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus –  Kejaksaan Negeri atau Kejari Kudus, Jawa Tengah, menemukan fakta baru dalam dalam kasus korupsi SIHT Disnaker Kudus. Hanya, pihak kejaksaan belum mau mengungkapkan fakta baru tersebut pada awak media.

Kajari Kudus Henriyadi W Putro mengungkapkan, fakta baru didapat usai pihak kejaksaan kembali melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi baru di Disnaker Kudus.

Pihak kejaksaan ingin memperdalam bukti sebagai penjerat dua tersangka sebelumnya yakni HY dan AAP. Namun kemudian diperolehlah fakta baru dalam kasus korupsi pengadaan tanah urug tersebut.

”Pada tahap penyidikan ini kami masih berupaya melengkapi bukti. Setelah bukti-bukti dinyatakan lengkap, baru disiapkan ke tahap pertama dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU),” katanya Rabu (15/1/2025).

Kejaksaan sendiri, sambung Henri menargetkan pelimpahan kasus korupsi SIHT Disnaker Kudus dari Kejaksaan Negeri Kudus ke Pengadilan Tipikor Semarang selesai di Bulan Februari 2025.

Ia berharap target tersebut bisa direalisasikan, sehingga bulan Maret 2025 kasusnya bisa mulai disidangkan.

”Setelah dilakukan penelitian atas bukti-bukti yang ada, baru masuk ke tahap dua. Sementara rencana dakwaan juga mulai disiapkan agar bulan Februari 2025 bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang,” ungkapnya.

Identitas dua tersangka... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler