Penyebab Rupiah Melemah hingga Sentuh Angka Rp 17 Ribu per Dollar AS
Anggara Jiwandhana
Rabu, 9 April 2025 10:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) kembali melemah pada perdagangan Rabu pagi (9/4/2025). Nilainya jika dibulatkan sudah menyentuh angka Rp 17 ribu.
Dilansir dari Antara, nilai tukar rupiah tercatat melemah 20 poin atau 0,21 persen ke level Rp 16.911 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di angka Rp 16.891 per dollar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai jika pelemahan ini terpengaruh oleh kebijakan tarif impor tambahan yang diterapkan AS terhadap barang-barang asal China.
Ia menyebut langkah AS ini memberikan tekanan signifikan pada mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.
”Dalam jangka pendek, rupiah masih dalam tekanan oleh isu resesi ekonomi dampak dari perang tarif. Dalam jangka menengah, rupiah berpeluang menguat seiring dengan perkembangan negosiasi mengenai tarif dengan Presiden Trump,” ujarnya.
Rully Nova menjelaskan bahwa pemberlakuan tarif hingga 104 persen (akumulasi dari berbagai kebijakan tarif) oleh AS terhadap produk China berpotensi memukul fundamental ekonomi kawasan, termasuk Indonesia yang memiliki hubungan dagang dengan kedua negara raksasa tersebut.
Langkah ini merupakan eskalasi dari perang dagang yang terjadi setelah China memberlakukan tarif balasan sebesar 34 persen terhadap produk AS.
Eksportir terbesar...
- 1
- 2



