Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Depok – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kawasan Mampang, Depok, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah menu MBG yang disajikan berupa pangsit dan kentang rebus.

Pihak Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) Mampang 1 pun memberikan klarifikasinya. Mereka menyatakan jikaperubahan menu tersebut merupakan upaya untuk menekan tingginya angka sisa makanan (food waste) oleh siswa.

Kepala SPPG Dapur Mampang 1 Mustika mengungkapkan jika inovasi menu terpaksa dilakukan setelah program berjalan. Pada pekan pertama pelaksanaan, sisa makanan yang terbuang sangat banyak.

”Kami memilih menggunakan menu itu karena berdasarkan hasil analisis ahli gizi beserta tim koki dan seluruh tim kami, ketika di minggu pertama hari ketiga, tepatnya di hari Rabu, itu banyak tersisa food wasted atau sampah makanan,” ujar Mustika kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Mustika menambahkan, sisa nasi dan sayur yang terbuang mencapai lima kantong pada minggu pertama. Kondisi ini mendorong tim SPPG untuk merancang menu baru agar siswa tidak merasa bosan dan makanan dapat dihabiskan.

Ahli Gizi SPPG Mampang 1 Deni Rizky Iftitah pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidakpuasan yang muncul dari pihak sekolah dan orang tua murid.

Deni memastikan bahwa menu alternatif yang disajikan, seperti kentang rebus, wortel rebus, dan pangsit isi daging, tetap mengacu pada standar gizi yang berlaku.

evaluasi...  

”Saat ini kami terus berevaluasi dalam menu kami, memahami kebutuhan dari pihak sekolah dan siswanya. Mengingat tadi sudah dijelaskan oleh Kepala SPPG kami, bahwa kami banyak menerima sekali food wasted,” tutur Deni.

Deni menjelaskan kentang dipilih sebagai alternatif sumber karbohidrat, sementara pangsit isi daging mengandung protein nabati dan hewani.

Meskipun tampilan pangsit yang digoreng dan berbalut kulit mungkin terlihat minim protein, ia mengklaim penyajian sudah mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sesuai panduan Isi Piringku.

”Sebelum kami menyajikan menu tersebut, saya sudah mengacu pada anjuran pada Kemenkes, yaitu sesuai dengan peraturan baru, Isi Piringku, yang di mana terdapat karbohidrat, protein, protein nabati, sayur dan buah,” tutupnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News