Pakar UGM Usulkan Adanya Roadmap Evaluasi Bangunan Pesantren
Anggara Jiwandhana
Rabu, 8 Oktober 2025 12:16:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berdasarkan pengamatannya, Ashar menduga jika bangunan musala yang runtuh tersebut kemungkinan besar masih dalam proses konstruksi namun sudah digunakan untuk aktivitas lain.
Kondisi ini sangat berisiko karena struktur belum sepenuhnya stabil, terutama jika proses pengecoran belum sempurna dan bangunan masih membutuhkan penopang.
Selain itu, faktor lain yang seringkali menjadi masalah adalah penambahan lantai tanpa penghitungan ulang struktur. Bangunan yang awalnya dirancang untuk satu lantai tidak akan mampu menanggung beban tambahan secara tiba-tiba tanpa penguatan.
Ashar menegaskan jika keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama.
”Aspek keselamatan, tidak boleh dianggap takdir, melainkan dapat dicegah melalui perencanaan dan pengawasan yang baik,” tutupnya.



