Oknum TNI AL Keroyok Guru SMK di Talaud, Langsung Ditahan!
Anggara Jiwandhana
Senin, 26 Januari 2026 10:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Talaud – Seorang guru SMK berinisial BS di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menderita luka serius usai dikeroyok oleh sejumlah oknum prajurit TNI Angkatan Laut (AL). Insiden pengeroyokan guru SMK di Talaud ini pun memicu kemarahan warga.
Untungnya, kejadian yang mencoreng institusi ini langsung direspon tegas oleh jajaran pimpinan militer. Saat ini, lima oknum TNI AL yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut telah resmi ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani proses hukum secara intensif.
Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menegaskan pihaknya tidak memberikan ruang bagi prajurit yang melanggar hukum dan mencederai masyarakat.
Langkah penahanan cepat diambil untuk memastikan keadilan bagi korban serta meredam situasi di lokasi kejadian yang sempat memanas. Pihak TNI AL berkomitmen untuk memproses kasus ini secara transparan sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku.
Atas insiden memprihatinkan tersebut, Laksda TNI Dery menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Talaud.
”TNI AL tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. Aparat gabungan TNI-Polri telah bertindak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian,” ujarnya dilansir dari detikcom, Senin (26/1/2026).
Pembinaan...
- 1
- 2



