Niat Jadi Pawang Ular, Relawan Mojokerto Dioperasi Dipatuk Kobra
Anggara Jiwandhana
Selasa, 28 Juli 2026 11:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Mojokerto – Niat hati ingin menjadi seorang pawang ular, Achmad Zaenuri alias Zaenal (68), seorang relawan senior asal Mojokerto, justru harus menjalani penanganan medis karena dipatok ular.
Zaenuri terpaksa dioperasi usai digigit ular kobra yang dievakuasinya menggunakan tangan kosong dari rumah warga.
Insiden bermula saat Ketua Relawan Birunya Cinta (RBC) ini mengevakuasi ular kobra di kawasan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (23/7/2026). Tanpa mengenakan perlengkapan keselamatan maupun sarung tangan, Zaenuri nekat menangkap ular kobra dari dalam saluran pipa.
Petaka terjadi saat ia berhenti di kawasan Sooko, Mojokerto. Ular kobra di dalam ranselnya lepas akibat tas yang berlubang.
Saat berupaya menangkap kembali kobra tersebut agar tidak membahayakan warga, Zaenuri justru dipatuk berturut-turut pada telapak tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanannya.
Bisa kobra yang sangat mematikan membuat kedua tangan pria lansia tersebut membengkak hebat. Ia pun harus menjalani operasi pengangkatan jaringan rusak di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo pada Sabtu (25/7/2026).
Masih mual...
Kendati baru saja lolos dari maut dan masih merasakan efek racun seperti mual serta pusing, sosok yang dikenal sering membantu evakuasi kecelakaan dan penanganan satwa liar ini mengaku tidak kapok.
”Saya masih ingin bisa menangkap ular tanpa alat karena hobi dan senang. Sebetulnya saya ingin menyelamatkan ular yang meresahkan warga agar tidak dibunuh,” ujar Zaenuri dilansir dari detikjatim, Selasa (28/7/2026).
Karena Zaenuri tidak memiliki istri maupun anak, selama menjalani perawatan ia ditemani adik kandungnya, Alfiah. Ia mengaku bergantian merawat sekaligus memberi makan satwa-satwa peliharaan kakaknya.



