Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini dikatakan oleh Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta setelah melakukan benchmarking (pembandingan) dengan Kabupaten Sukoharjo. Pengembangan suplemen berbasis algae (Lumut Laut) menjadi kunci penanganan stunting di Sukoharjo.

Belajar dari pengalaman di Sukoharjo, Edy Supriyanta menyebut Kabupaten Jepara bisa mencoba hal itu. Produk suplemen algae tersebut dapat dikombinasikan dengan produk ikan laut yang melimpah di wilayah Jepara.

Ia meyakini kombinasi antara penggunaan alga dan olahan ikan laut akan menghasilkan protein tinggi yang dibutuhkan anak penderita stunting. Sehingga harapannya angka stunting di Kabupaten Jepara dapat ditekan hingga 0 kasus di tahun 2024.

"Mudah-mudahan alganya masuk, ikannya masuk, anak-anak semakin tumbuh dan bebas stunting," tuturnya.
Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq mendukung langkah Pemkab Jepara ini. Babhinkamtibmas dan Babinsa yang ada di tiap daerah akan dikerahkan untuk membantu pelayanan dan pendataan ibu hamil dan anak stunting.BACA JUGA: Tangani Stunting, Pemkab Jepara Benchmarking dengan SukoharjoSekda Edy Sujatmiko juga akan segera menindaklanjuti arahan Pj. Bupati dalam mengkolaborasikan penggunaan alga dan produk ikan dalam konsumsi harian anak penderita stunting."Mungkin dalam sehari 2 kali mengkonsumsi alga, 1 kali makan ikan atau sebaliknya. Yang terpenting, olahannya harus disesuaikan dengan nafsu makan anak agar anaknya mau mengkonsumsi," tandas Edy Sujatmiko.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler