Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Enam pesawat tempur Rafale AU Prancis dikabarkan mendarat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (24/7/2023). Moment ini cukup menyita perhatian, karena Indonesia berencana membeli pesawat sejenis.
Pesawat tempur Rafale yang mendarat di Halim Perdana Kusuma, merupakan generasi ke 4 dari pesawat tempur canggih ini. Kedatangan mereka juga diikuti dengan beberapa pesawat lainnya.
Seperti dilansir dari kontan.co.id, kehadiran pesawat tempur Rafale ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan Prancis dengan Indonesia. Pesawat AU Prancis itu mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma setelah menyelesaikan misi proyeksi kekuatan jarak jauh di zona Indo-Pasifik (Misi Pegase 2023).
Selain 6 pesawat tempur Rafale ini, juga akan ada pesawat-pesawat pendukung dari Angkatan Udara Prancis atau France Air and Space Force (FASF) lainnya. Semua mendarat di Halim Perdana Kusuma di Indonesia.
Belasan pesawat Angkatan Udara Prancis akan mendarat secara bertahap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Rombongan pertama telah tiba dan disambut oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman.
Secara keseluruhan, misi kerjasama AU Prancis dengan Indonesia akan menghadirkan enam unit pesawat tempur Rafale, empat pesawat angkut Airbus A-400M, dan tiga pesawat tanker A-330MRTT.
Rombongan militer udara Prancis ini merupakan bagian dari kerjasama antara TNI AU dan AU Prancis. Ini menjadi lanjutan dari persinggahan misi Jeanne d’Arc 23 dan latihan Garuda Guerrier.



