Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kepolisian Resor Kota Yogyakarta (Polresta Yogyakarta) memastikan telepon bernada intimidasi yang diterima Guru Besar Universitas Gajah Mada (Guru Besar UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar, bukan berasal dari institusi kepolisian.

Teror melalui telepon tersebut murni aksi penipuan yang mengatasnamakan Polri. Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengungkapkan, dari hasil penelusuran internal nomor telepon yang digunakan pelaku tidak terdaftar sebagai milik anggota Polresta Yogyakarta.

“Setelah kami lakukan pengecekan, nomor tersebut terlacak berasal dari wilayah Cirebon. Jadi dapat dipastikan, penelepon Guru Besar UGM itu bukan anggota kami dan merupakan penipu,” kata Eva di Yogyakarta, Rabu (7/1/2026), seperti dilansir dari Antara.

Meski kasus ini telah menjadi perhatian publik, Polresta Yogyakarta mengakui belum berkomunikasi langsung dengan Prof. Zainal Arifin Mochtar, untuk menggali kronologi lengkap kejadian tersebut. Namun, pihak Polresta Yogyakarta memastikan langkah koordinasi dengan Guru Besar UGM itu akan segera dilakukan.

“Sampai saat ini memang belum ada komunikasi langsung. Dalam waktu dekat tentu akan kami hubungi untuk pendalaman,” ujar Kombes Pol Eva Guna Pandia.

Eva Guna Pandia menambahkan, dugaan tindak pidana tetap akan ditindaklanjuti karena pelaku diduga mencatut identitas aparat kepolisian. Hal ini tentu saja berpotensi meresahkan masyarakat.

“Kami perlu mengetahui detail panggilan itu, bagaimana ancamannya, dan bagaimana cara pelaku menghubungi. Semua itu akan menjadi bahan penyelidikan,” jelasnya.

Guru Besar...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler