Trump Tarik AS dari Organisasi Internasional, Kritik Peran PBB
Budi Santoso
Kamis, 8 Januari 2026 13:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan. Penguasa Gedung Putih ini mengumumkan telah menandatangani sebuah memorandum presiden yang memerintahkan Amerika Serikat untuk menarik diri dari 66 organisasi internasional.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (7/1/2026), seperti yang dilansir Antara, pemerintah AS menyebut langkah tersebut diambil karena puluhan organisasi itu dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional Amerika.
“Presiden Donald J. Trump telah menandatangani Memorandum Kepresidenan yang mengarahkan penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional yang tidak lagi melayani kepentingan Amerika,” demikian pernyataan Gedung Putih.
Dokumen itu menginstruksikan seluruh departemen dan lembaga eksekutif AS untuk menghentikan partisipasi serta pendanaan terhadap 35 organisasi internasional non-PBB dan 31 entitas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Gedung Putih, organisasi-organisasi tersebut dianggap beroperasi dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, serta kedaulatan Amerika Serikat.
Langkah ini tidak lepas dari kritik keras Donald Trump terhadap PBB. Sebelumnya, pada Minggu (28/12/2026), Trump secara terbuka menyatakan AS kini justru mengambil peran yang seharusnya dijalankan oleh PBB dalam penyelesaian konflik internasional.
Melalui platform Truth Social, Donald Trump mengklaim Amerika Serikat berperan langsung dalam meredakan ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Tugas yang seharusnya dilakukan PBB, tetapi faktanya tak bisa mereka lakukan.
“Saya senang mengumumkan bahwa pertempuran antara Thailand dan Kamboja akan dijeda sementara, dan mereka akan kembali hidup damai sesuai dengan perjanjian asli yang baru saja kita sepakati. Mungkin Amerika Serikat telah menjadi PBB yang sesungguhnya,” begitu yang ditulis Donald Trump.
PBB Gagal...
- 1
- 2



