Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Batam – Program Makan Bergizi Gratis (Program MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus diperluas. Tak hanya menyasar peserta didik, program MBG di Kepri saat ini juga sudah melayani pendidik (guru) dan tenaga kependidikan di sekolah.

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepri, Anindita Ayu, menyampaikan, penyaluran MBG kepada tenaga pendidik dan kependidikan telah berjalan merata di seluruh kabupaten dan kota di Kepri. Hal ini seperti yang disampaikannya kepada Antara.

“Pelaksanaannya sudah sesuai Perpres 115. Rata-rata semua daerah di Kepri sudah menyalurkan MBG kepada guru dan tenaga kependidikan. Semua tendik (Tenaga Pendidik) sudah menerima,” ujar Anindita, dilansir dari Antara, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, perluasan sasaran penerima manfaat ini tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran di setiap SPPG. Pasalnya, dapur MBG harus menyiapkan tambahan porsi makanan untuk kelompok penerima baru.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Perpres 115, penerima MBG mencakup peserta didik dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, anak di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok lain yang kini mencakup pendidik dan tenaga kependidikan.

Anindita menegaskan, tenaga kependidikan yang menerima manfaat MBG tidak terbatas pada guru saja. Petugas kebersihan, satpam, hingga tenaga tata usaha (TU) yang bekerja di lingkungan sekolah juga termasuk dalam kategori penerima.

Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi. Ia mengatakan, sebagian besar dapur MBG di Kota Batam saat ini sudah melayani pendidik dan tenaga kependidikan. Meski demikian, Defri menekankan bahwa setiap dapur MBG tetap memiliki batas layanan maksimal.

“Dari 93 dapur MBG yang sudah beroperasi di Batam, lebih dari setengahnya telah melayani tendik. Sisanya masih dalam proses pendataan untuk penambahan penerima manfaat. Setiap SPPG melayani maksimal 4.000 penerima manfaat, termasuk peserta didik dan tenaga kependidikan,” jelas Defri.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler