Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bandung – Bencana longsor melanda wilayah Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Jawa Barat) menyatakan kondisi cuaca ekstrem menyulitkan proses pencarian 82 warga yang tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan hujan deras yang terus mengguyur lokasi kejadian menghambat upaya tim gabungan Basarnas dan SAR dalam melakukan pencarian korban longsor.

“Tim sebenarnya sudah siap, tetapi lokasi terus diguyur hujan. Ini sangat menyulitkan proses pencarian,” ujar Bambang di lokasi bencana longsor, seperti dilansir Antara, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, alat berat dari BPBD serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah disiagakan. Namun, akses menuju titik longsor masih terus dikoordinasikan karena kondisi tanah yang labil.

“Kondisi tanah masih lembek dan terdapat pergerakan material. Kami harus memastikan jalur aman bagi alat berat,” katanya.

Area pencarian korban longsor membentang sekitar tiga kilometer dari kawasan puncak hingga sisi kiri lereng. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama dan kehati-hatian ekstra, seperti yang juga kerap terjadi pada peristiwa longsor Cisarua, Bogor.

Bambang menambahkan, sekitar 400 warga Desa Pasirlangu terpaksa dievakuasi ke lokasi pengungsian akibat bencana longsor tersebut. Kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok.

“Jumlah pengungsi diperkirakan sekitar 400 orang. Bantuan logistik dari pemerintah provinsi sudah mulai masuk, dan kami berharap kebutuhan warga dapat tercukupi,” ujarnya.

Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 15.50 WIB, sembilan warga dilaporkan meninggal dunia. Puluhan rumah tertimbun material longsor dan lumpur. BPBD Bogor dan BPBD Jawa Barat juga terus meningkatkan koordinasi sebagai langkah antisipasi bencana serupa di wilayah rawan longsor lainnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler