Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas area pencarian korban bencana longsor Cisarua di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Keputusan ini diambil setelah memasuki hari kesembilan upaya pencarian korban.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana, seperti dilansir Antara mengatakan, fokus operasi SAR saat ini adalah optimalisasi pencarian di sektor-sektor prioritas. Pencarian tetap akan mengedepankan keselamatan personel, mengingat potensi cuaca buruk dan risiko longsor susulan masih ada.

“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” ujar Ade di Bandung, Minggu (1/2/2026).

Berdasarkan data sementara, jumlah korban longsor Cisarua yang terdampak mencapai 158 jiwa. Rinciannya, sebanyak 78 orang selamat, 70 korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal, sementara 10 korban lainnya masih dalam status pencarian dan diduga tertimbun material longsoran.

Sebelum pencarian dimulai, tim SAR Gabungan melakukan asesmen kondisi lapangan menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.

“Setelah area dinyatakan aman oleh safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk menelusuri titik-titik potensial keberadaan korban di tiga sektor pencarian,” katanya.

Operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan dimulai pukul 08.00 WIB dan difokuskan pada tiga sektor. Metode yang digunakan meliputi pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.

Alat Berat...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler