Terduga Teroris di Rembang Bekerja Sebagai Penjual Es Tebu, Berbelit Saat Ditanya Identitas
Cholis Anwar
Kamis, 1 Oktober 2020 15:45:57
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berdasar penuturan Perangkat Desa Pamotan Heru Samto Nugroho, terduga teroris itu belum lama kontrak rumah di RT 03 RW 01 desa setempat.
Namun dari pengamatan warga, yang bersangkutan memang berjualan es tebu. Di depan kontrakan juga masih ada gerobaknya.
"Dia ini (terduga teroris) kalau informasi dari para tetangganya, memang tidak banyak bicara. Rajin jemaah juga di musaala," terangnya.
Kemudian saat keluar kontrakan, apabila bertemu dengan para tetangga, dia pun menyapa dengan santun. Namun, diakui dia tidak pernah srawung atau bersosialisasi dengan tetangga.
Ia menyebutkan, ketua RT sempat meminta data kependudukan kepada terduga teroris itu, namun ketika ditanya berasal dari mana, yang bersangkutan malah berbelit.
Hingga akhirnya, sampai dia ditangkap oleh Densus 88, asal kelahiranya pun tidak diketahui oleh warga setempat.
"Pernah diminta identitas, tapi orangnya (terduga) itu malah berbelit," ungkapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



