Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas), telah berangkat menuju New Delhi untuk menghadiri forum bisnis B20 yang menjadi platform pertemuan para pemimpin bisnis dunia.

Acara ini mengundang 2.500 CEO dari berbagai negara untuk membahas isu-isu terkait perdagangan global. Kehadiran Menteri Zulhas di acara tersebut merupakan kelanjutan dari partisipasinya dalam G20 Trade and Investment Ministers Meeting (TIMM) di Jaipur, India, yang berlangsung pada Jumat (25/8/2023).

Forum B20 dengan tema ”Responsible, Accelerated, Innovative, Sustainable and Equitable Businesses dijadwalkan akan menjadi panggung bagi Menteri Zulhas dan para menteri perdagangan lainnya dari berbagai negara seperti India, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Nigeria untuk memberikan pidato intervensi.

Dalam kesempatan tersebut, akan membahas berbagai aspek mengenai perdagangan global yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri Zulhas menyampaikan bahwa kunjungannya ke B20 bertujuan untuk membawa misi besar dalam mendorong kerja sama antara perusahaan-perusahaan Indonesia dengan negara-negara anggota G20.

Ia juga mendorong UMKM Indonesia untuk bersaing di pasar global dengan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

Menteri Zulhas menggarisbawahi pentingnya kelancaran arus perdagangan barang dan jasa dalam menghadapi dinamika ekonomi global saat ini.

Ia menyatakan, disrupsi dalam rantai pasok global dan kenaikan inflasi telah memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, Zulhas mendorong semua pelaku bisnis untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi ketidakpastian global.

”Sangat penting untuk memperkuat kapasitas seluruh negara dalam menghadapi guncangan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang yang rentan dan memiliki akses terbatas terhadap sumber daya,” tegas Zulhas mengutip Kompas.com, Sabtu (26/8/2023).

Dalam akhir pidatonya, Zulhas mengajak semua peserta, khususnya negara-negara anggota G20, untuk meningkatkan kolaborasi dalam mengatasi tantangan perdagangan global.

Ia mengapresiasi upaya konkret seperti forum B20 sebagai langkah dalam mencari solusi inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi perdagangan global.

Kehadiran Menteri Zulkifli di forum ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun hubungan perdagangan yang bermanfaat dan berkelanjutan dengan negara-negara anggota G20 serta mengambil langkah konkret dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang kompleks.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler