Pemilu 2024
Menko PMK Ungkap Alasan Pembagian Bansos Jokowi ke Daerah
Cholis Anwar
Jumat, 5 April 2024 16:27:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengungkapkan alasan di balik seringnya Presiden Joko Widodo melakukan pembagian bantuan sosial (Bansos) langsung ke daerah.
Menurutnya, hal ini merupakan strategi Jokowi untuk memastikan keberhasilan implementasi kebijakan pemerintah di lapangan.
”Kunjungan Presiden bukanlah hal baru. Itu adalah bagian dari pola kepemimpinan beliau yang konsisten. Saya paham karena pernah mendampingi beliau dalam pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), di mana beliau selalu turun langsung ke daerah untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar terlaksana dengan baik di lapangan,” ungkap Muhadjir dalam sidang kesaksian di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Selain itu, Muhadjir juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di awal tahun. Hal ini memungkinkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dapat dikeluarkan lebih awal, bahkan pada November atau September.
”Dengan langkah ini, semua program bisa terlaksana pada Januari, termasuk program bansos,” jelas Muhadjir.
Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan bahwa saat berada di lapangan, Presiden Jokowi berusaha berdialog langsung dengan masyarakat untuk memastikan efektivitas penyaluran bansos. Setiap kunjungan Presiden dapat mencakup hingga lima titik.
”Dengan demikian, pada bulan Januari, semua program, termasuk bansos, sudah berjalan dan Presiden turun langsung untuk memantau, memastikan bahwa semua terlaksana dengan baik, sambil mendapatkan umpan balik langsung dari masyarakat,” tambahnya.



