Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fenomena menarik di pasar kerja domestik. Mayoritas pekerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (SD).

Mengutip dari CNBC Indonesia, bahkan total tenaga kerja lulusan SD ini mencapai 35,89 persen dari total angkatan kerja nasional. Mereka umumnya terserap di sektor padat karya seperti pertanian, perdagangan, dan konstruksi.

Kondisi ini menimbulkan implikasi signifikan terhadap persaingan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Laporan BPS menunjukkan, lulusan SMA menduduki posisi kedua terbanyak dengan 20,63 persen, diikuti oleh SMP (17,81 persen) dan SMK (12,84 persen).

Yang mengejutkan, lulusan sarjana dan diploma hanya mengisi 12,8 persen dari total pekerja aktif.

Lulusan diploma dan sarjana memang lebih banyak mengisi sektor formal seperti pendidikan, administrasi, keuangan, dan komunikasi.

Namun, mereka juga menghadapi tantangan serius berupa persaingan ketat, ketidaksesuaian keterampilan (mismatch), serta ekspektasi gaji yang tinggi.

Akibatnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan sarjana justru mengalami peningkatan menjadi 6,23 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Pekerja sektor formal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News