Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bandung – Gunung Tangkuban Parahu, yang terletak di perbatasan Bandung Barat dan Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (7/6/2025) masih menunjukkan aktivitas gempa berfrekuensi rendah (Low-Frequency/LF) dan gempa Tremor Menerus.

Meskipun demikian, Badan Geologi mencatat adanya penurunan signifikan dalam aktivitas vulkanik gunung Tangkuban Parahu tersebut sejak puncaknya pada awal Juni.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengatakan, hasil pemantauan rekaman kegempaan pada 7 Juni 2025 menunjukkan 12 kali Gempa Low-Frequency dan Tremor Menerus dengan amplitudo maksimum berkisar antara 0,5 hingga 1 mm.

Kondisi ini memperlihatkan penurunan yang cukup besar dari peningkatan aktivitas yang teramati sejak 1 Juni 2025, di mana gempa LF sempat melonjak hingga 270 kejadian pada 3 Juni 2025.

Wafid menjelaskan, meskipun terjadi penurunan jumlah gempa, rekaman gempa hembusan dan Low-Frequency yang masih tinggi mengindikasikan adanya perubahan dalam dinamika aktivitas vulkanik.

Hal ini berkaitan erat dengan pergerakan fluida di kedalaman dangkal tubuh gunung.

”Meskipun secara keseluruhan tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada Level I (Normal),” ucap Wafid dikutip dari Antara.

Pengamatan visual di sekitar dua kawah utama di puncak, yakni Kawah Ratu dan Kawah Ecoma, menunjukkan hembusan asap putih tipis hingga sedang.

Kawah puncak...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler